There was an error in this gadget

Friday, October 21, 2011

PROFIL KELUARGA HARAKI

ROFIL KELUARGA HAROKI
Ustadzah Yoyoh Yusroh (alm)
Berikut ini catatan Ummu Jaish dalam Dauroh Keluarga di Kota Bandung
pada hari Ahad, tanggal 16 Oktober 2011, pulul 08.00 s.d 12.30 wib
Pemateri : Ust. Tate, Ust. Jalal Asy Syatibi, Ummi Shibghoh, Diah Nurwitasari, dan Budi Darmawan
---
Dimulai dari ungkap pengalaman bu Diah bersama beliau sejak di Jerman hingga menetap di bandung, diklimakskan dg testimoni dari pak Budi Darmawan tentang keistimewaan beliau yang kontan membuat ratusan pasang mata bercucuran airmata, haru dan kagum bercampuraduk. Berikut saya kutipkan sedikit yang disampaikan oleh bu Diah dan pak Budi.... Semoga bermanfaat!


Menurut bu Diah Nurwitasari, ada faktor-faktor yang membuat Ust. Yoyoh Yusroh bisa sukses dalam karir rumah tangga dan karir dakwah, antara lain:


1. Sangat efektif dalam waktu, beliau menguasai semuanya meski tidak harus mengerjakan semuanya sendiri karena beliau pandai mendistribusikannya pada orang yang tepat.

2. Mengistimewakan siapapun, sehingga semua yang kenal beliau merasa punya tempat yang istimewa di hatinya. Keramahannya tidak dibuat-buat dan biasa memanggil dengan panggilan yang disukai lawan bicaranya.

3. Tidak menunda dalam kebaikan, apa yang bisa dikerjakan saat itu, langsung dikerjakannya. Misal dalam suatu kesempatan meeting bu Diah batuk dan serak, esoknya ketika bertemu lagi Ust. Yoyoh langsung menyodorkan obat batuk tanpa banyak bicara dan tawaran basa basi. Dalam kesempatan pertemuan internasional, ia pernah tiba-tiba menghilang ketika istirahat, dan datang tepat waktu ketika acara dimulai, rupanya ia sempatkan berbelanja baju untuk salah seorang utusan akhawat dari salah satu negara peserta.
4. Sangat mudah mengapresiasi kebaikan orang lain (dengan perhatian, dengan hadiah), misal hari ke 5 ramadhan tahun lalu, beliau mengirim pesan via BBM untuk komunitas akhawat: siapa yang sudah khatam al Quran hari ini saya beri hadiah! Kebetulan bu Diah sudah khatam, 2 hari kemudian paket hadiah yang dijanjikan sampai di Bandung. 'hanya' rehal kayu untuk alas Quran, tapi perhatian pada berlomba dalam kebaikan dan upayanya memenuhi janji sangat luarbiasa! Tidak perlu banyak tanya dan banyak pertimbangan. Amalkan saja! Itu prinsipnya

5. Bersemangat untuk memanfaatkan perjalanan dan setiap kesempatan untuk beramal sholeh. Beliau senantiasa memanfaatkan waktu untuk dekat dengan Al Quran dan menularkannya pada yang lain. Pernah dalam 1 kesempatan kunjungan selama 1 minggu bu Diah bersama beliau ke suatu tempat, beliau mengajak anggota rombongan: 'yuk kita jadikan perjalanan kita sebagai perjalanan qur'ani! kita hafalkan surah pilihan yang disepakati dan disetorkan di akhir perjalanan.' Semua peserta sepakat dan jadilah momen 1 minggu itu dimanfaatkan untuk kerja dan menghafal quran. Seminggu berselang ada yang hafal surah maryam, surah al hujurat, sesuai kesanggupan masing-masing. Perjalanan kerja yang sangat istimewa dan bernilai.

6. Bersemangat untuk ittiba Rasulullah s.a.w dan para sahabat. Beliau suka sekali mengutip sirah, kisah shahabat/shahabiyah untuk menyampaikan amalan-amalan baik mereka yg layak ditiru o kita semua. Di akhir testimoninya bu Diah diminta menyampaikan pesan, khususnya bkaitan dg pengalaman beliau bsm uszh Yoyoh. Pesannya: 'Jangan pernah menunda itikad baik karena kita tidak tahu waktu yang tersisa untuk kita.' wallahu a'lam.


Tiga tahun yang lalu pak Budi bertanya pada anaknya yang no.13, yang ketika itu berumur 5 th. 'kalau sdh besar, dede mau jadi apa?' Dengan yakin anaknya menjawab spontan ' aku dong, kalau sudah besar mau jadi anggota DPR!' Ayahnya kontan kaget dengan jawab anaknya karena siapapun tahu bagaimana pandangan umum di Republik ini tentang anggota DPR. Tapi kemudian ia lanjut bertanya 'kenapa Dede mau jadi anggota DPR?' kata anak bungsunya itu: 'anggota DPR kan rajin shalat, rajin mengaji, rajin berdo'a!'


Jadi ternyata yang dimaksud anggota DPR oleh anaknya tidak lain, anggota DPR yang seperti umminya. Seperti itulah yang terekam di benak putri kecilnya itu.. Pak Budi Darmawan kemudian menceritakan beberapa keistimewaan Almarhumah Ustadzah Yoyoh. Diantaranya:


1. Selalu membaca Quran dalam waktu luang maupun waktu sibuk. Ketika sedang sibuk, ia membaca al Quran melalui IPadnya ketika berangkat dari rumah ke kantor sebanyak 1 juz, pulang dari kantor ke rumah membaca 1 juz, plus disela-sela kerja siang harinya sebanyak 1 juz. Total 3 juz. Ketika sedang ada waktu luang sehari bisa sampai 5 juz. Jadi ketika sedang sangat sibuk min 3x khatam/bulan dan ketika agak luang bisa 4-5x khatam/bulan.


2. Beliau sangat tawadhu. 3 tahun yang lalu, pak Budi pernah menyampaikan dalam suatu acara, 'istri saya sudah hafal 21 juz' wajah almarhumah memerah karena malu, dan sejak itu tidak pernah menyampaikan pada suaminya tentang jumlah hafalannya. 2 bulan sebelum wafatnya, beliau mengoreksi bacaan anaknya no 8 yang hafiz tanpa melihat mushaf. Anaknya heran karena umminya seolah-olah hafal bagian yang dibacanya. Saat itu terbongkarlah bahwa beliau sudah hafal 30 juz penuh. Dan hal ini tetap tidak diketahui anggota keluarga yang lain termasuk suaminya hingga beliau wafat. Subhanallah! Ada juga tetangganya yang kenal akrab selama 15 tahun, tapi baru tahu beliau anggota DPR ketika wafatnya.


3. Ustadzah Yoyoh adalah Pembelajar yang cepat baik di dalam rumah maupun diluar rumah, mulai dari resep makanan mertua yang dikuasai seluruhnya dalam 2 tahun usia pernikahan padahal beliau orang betawi dan mertuanya orang jawa, sampai kemampuannya mengoptimalkan gadget-gadget terbaru untuk ibadah dan dakwah. Ia pernah menghimpun dana Rp 800jt melalu FB untuk membangun pesantren tahfidz putri.


4. Tidak menyimpan marah dan tidak menyisakan persoalan sekecil apapun di rumah karena persoalan di luar lebih besar. Pak Budi pernah ingin marah pada beliau selama 3 hari, tapi dengan sikap elegannya, kemarahannya hilang tidak lebih dari 5 menit.
5. Saling mendukung dan berkompromi dengan suami dalam segala hal. Ini diawali dengan adanya komitmen yang disepakati bersama sejak awal pernikahan, bukan sekedar komitmen diantara mereka berdua namun komitmen langsung kepada Allah SWT, bahwa :


a. Sukses berkeluarga diukur dari keberhasilan mengantar seluruh anggota keluarga ke syurga, antara lain dicapai dengan mengokohkan 2 pilar keluarga sakinah, yaitu robbatul bait dan tarbiyatul aulad

b. Selalu mendukung dan menerima masing-masing sebagai individu yang tidak sempurna

c. Berbagi dalam syukur dan sabar bergantian

Dalam mengatur urusan rumahtangga, dakwah dan kerja, Ustadzah Yoyoh terbiasa membuat jadwal kegiatan esok pagi hingga malamnya, penyusunan jadwal ini dituntaskan pada malam sebelum tidur termasuk daftar belanja dapur dll. Ketika ditanya kenapa tidak besok pagi saja ?, jawabnya: 'kalau ummi tunda sampai esok, berarti ummi kehilangan 1 hari untuk berkarya.' Subhanallah!


6. Sangat taat pada suami, hingga hal-hal kecil. Contohnya, Beliau tidak memindahkan barang-barang rumah kecuali dengan meminta pertimbangan suami. Pak Budi cerita, tidak lama sebelum ke Jogja yang terakhir kalinya, ia minta izin memindahkan meja makan supaya ruangan jadi lapang, dan ternyata ruangan itu dipadati oleh para pelayat ketika beliau wafat tanpa ada seorang pun harus memindah-mindahkan barang.


7. Tidak berhenti berdo'a. Ketika salah satu anaknya yang masih kecil marah-marah hingga menyakiti umminya ..beliau langsung menadahkan tangan di hadapan anak tersebut, berdo'a memohon Allah SWT memperbaiki anaknya, menjadikannya anak sholeh. Hasilnya, anak berhenti marah dan tidak pernah berbuat ulah lagi hingga beliau tiada. Ada juga peristiwa bunga melati. Di depan rumah mereka ada serumpun bunga melati, ia bertanya apakah suaminya suka bunga melati? Ketika dijawab bahwa pak Budi suka, ia berkata 'kalau gitu ummi akan menaburkan bunga melati ini setiap hari di kamar tidur kita' Pak Budi sangsi dengan janji istrinya, bagaimana mungkin padahal jumlah bunganya pada waktu itu tidak banyak? Sekali petik habis bunganya. Kata almarhumah: 'kita berdo'a saja pada pemiliknya supaya menjadikan bunganya ada terus tiap hari' ia kemudian betul-betul berdo'a di dekat pohon melati, luar biasa, sejak hari itu kuncup bunga melati seolah tak jemu bermunculan tiap hari. Setiap malam, kalau tidak salah catat, selama 10th beliau memetik 10-20 kuntum melati dan ditaburkan di tempat tidur mereka. Begitu juga dengan pohon mangga dan pohon jamblang/duwet yang baru berbuah lebat setelah dido'akan oleh almarhumah.


8. Beliau sangat gigih dan tidak mudah menyerah. Ketika ada rencana komisi 1 DPR RI berkunjung ke Gaza. Beliau yang di komisi 8 melihat peluang untuk berkunjung ke negeri yang sangat dicintainya tersebut, ia pun minta diselipkan dalam rombongan. Sayangnya kesempatan itu ditutup oleh komisi 1 karena ini adalah agenda internal komisi. Ustadzah kemudian menemui ketua DPR, Pak Marzuki Alie, menyampaikan niatnya dengan hujjah-hujjahnya. Hingga ketua DPR itu akhirnya sangat mendukung beliau dan berkenan menuliskan surat Rekomendasi khusus agar beliau bisa ikut rombongan. Ketika sampai di Mesir, rombongan tertahan diperbatasan dan harus menandatangani surat perjanjian yang berisi 3 syarat :


a. Boleh masuk ke gaza tidak lebih dari 8 jam

b. Selama di Gaza harus dikawal oleh polisi/militer disana

c. Tidak boleh membawa uang sepeser pun. Ustadzah Yoyoh nekad menyelipkan uang dibaju yang dipakainya, totalnya mencapai US$20rb, dengan resiko tertangkap. Karena menurutnya, tidak ada gunanya ke Gaza kalau hanya menonton derita mereka. Di akhir perjalanan singkat di Gaza, Ustadzah Yoyoh ke kamar kecil dan hal ini ternyata membuatnya tertinggal rombongan, karena sudah mendekati 8 jam waktu kunjungan. Namun peristiwa tertinggal inilah yang membuatnya dapat berjumpa dengan PM Ismail Haniyah dan menyerahkan uang US$20rb tersebut langsung ke tangannya, untuk kepentingan pembangunan akhawat Gaza. Di kemudian hari ia mendapat rizki bertemu lagi dengan PM Gaza ini ketika ikut rombongan. Viva Palestine dengan membawa bantuan yang jauh lebih besar. Ternyata PM Ismail Haniyah masih sangat ingat beliau karena terkesan dengan kegigihannya sewaktu kunjungan pertamanya ke Gaza dulu. Subhanallah.


MAKA APAKAH KITA TIDAK MENGAMBIL PELAJARAN ?
Bandung, 16 Oktober 2011 / 19 Dzulqaidah 1432 H
Ummu Jaish
There was an error in this gadget

Followers

About Me

My photo
Saya seorang guru yang sangat meminati bidang perikanan dan sukakan laut.